لاَ إِلَهَ إِلَّا الله المَلِكُ الحَقُّ المُبِيْنُ ۝ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَادِقُ الوَعْدِ الأَمِيْنُ

Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Menguasai Lagi Maha Benar Muhammad adalah utusan Allah, Orang Yang Benar Janjinya lagi Dapat Dipercaya

Keajaiban Manusia

Barangsiapa kenal dirinya, maka ia kenal dengan Tuhannya

Tenaga Iman

Tenaga Iman / Tenaga Kepercayaan


Kepercayaan di dalam Islam ada mengandung kekuatan-kekuatan ghaib. Sebab itu kepercayaan harus betul-betul di-‘itiqadkan dilubuk jiwa. Apabila tenaga iman telah masuk kedalam diri (jiwa) manusia, maka ia akan menumbuhkan kekuatan sebagai berikut:
  1. Kalau ia masuk ke dalam otak ia akan tubuh menjadi ilmu pengetahuan yang berfaedah dan otak itu akan menjadi cerdas atau rasyada.
  2. Kalau ia masuk di urat-urat perasa maka ia akan tumbuh menjadi insaniyah (manusia yang berbudi dan berakhlaq), yakni bersifat kasih sayang sesama manusia.
  3. Kalau ia masuk kedalam alat penggarak maka ia akan menjelma menjadi alat gerak yang tangkas dan cepat.
  4. Kalau ia masuk ke dalam jiwa atau an-nafs, ia akan memancarkan cahaya (nur) dari Ilahi sehingga I’tiqadnya menjadi kuat dan teguh.

Kalau keempat itu telah dapat menerimanya, maka dengan sendirinya kekuatan–kekuatan itu akan hidup dan memberi kehidupan dan kekuatan-kekuatan itu menjamin akan terlaksananya segala amal perbuatan yang baik. Kalau salah satu di antara alat-alat itu a, b, c, dan tidak aktif (tidak dapat menerimanya), maka tenaga iman tidak menjamin perbuatan yang baik, karena amal tidak akan dapat ditegakkan kalau antara satu bagian dengan bagian yang lain tidak ada hubungan.

Jumlah umat islam di zaman Nabi Muhammad sangat kecil dibandingkan dengan jumlah umat Islam sekarang, namun berkat kekuatan dan keteguhan mereka, maka berhasil mengalahkan suatu golongan yang besar, firman Tuhan dalam surat Al Baqarah ayat 249:

قَالَ ٱلَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَٰقُواْ ٱللَّهِ كَم مِّن فِئَةٖ قَلِيلَةٍ غَلَبَتۡ فِئَةٗ كَثِيرَةَۢ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۗ وَٱللَّهُ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ ٢٤٩
Artinya:
Berapa banyak umat yang sedikit dapat mengalahkan umat yang besar karena izin Allah (imannya) dan sesuai dengan perintah Allah.
(QS. Al Baqarah [2]: 249)

Demikianlah iman (kepercayaan) umat dahulu kepada Tuhan. Agar iman anda menjadi kuat. Maka tanamkanlah dilubuk jiwa anda kepercayaan dan amalkanlah ayat yang berikut (QS. Al Ikhlash:1-2)

قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ١  ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ٢
Artinya:
-      Ucapkanlah dengan lisan
-      Kemudian itiqadkanlah dilubuk jiwamu
-      Lalu amalkanlah dengan perbuatan, bahwa Tuhan itu benar-benar Esa (Tunggal), dan
-      Hanya kepada-Nya sajalah manusia dapat memohon.

Maksudnya:
Manusia wajib mambulatkan itiqadnya dengan keyakinan bahwa adalah suatu kenyataan tidak ada sesuatupun yang dapat memberikan pertolongan dan kekuatan kepada manusia selain dari pada Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Sesudah itu sebagai hamba yang lemah, maka nyatakanlah dengan jiwa dan ikrarkanlah dengan lisan:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
Artinya:
Aku mohon perlindungan kepada Allah dari pada segala perbuatan jahat yang terkutuk dan yang dikutuk, yakni sombong dan ria. Aku yakin bahwa hanya Allah sajalah yang dapat melindungi aku.
Oleh karena itu aku ucapkan:
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Artinya:
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah, Pengasih dan Maha penyayang.

Oleh karena itu kesaksianku sebagai seorang mukmin, maka ucapkan :

أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَ أَشْهَدُ اَنْ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Artinya:
Aku bersaksi dan menyatakan, bahwa tidak ada satu kekuasaanpun yang aku taati perintahnya, kecuali Allah. Dan aku mengakui dan menyatakan bahwa Muhammad saw adalah utusan Allah.

Camkanlah dan tanamkanlah ketiga kalimat tadi dengan yakin dilubuk jiwa. Dengan keyakinan ini maka pasti iman akan menjadi kuat dan dengan iman yang kuat kita akan dapat menyusun masyarakat yang kuat pula, sebagaimana diterangkan oleh Imam Malik ra. tadi firman Allah dalam surat At Talaq ayat: 2-3:

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا ٢ وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُۥٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمۡرِهِۦۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَيۡءٖ قَدۡرٗا ٣
Artinya:
Barang siapa taqwa (tunduk dan patuh) kepada Allah maka ia akan dikeluarkan dari kesulitan hidup dan penghidupan. Dan Allah akan dikaruniakan kepadanya rezeki-rezeki yang ia sendiri tidak tahu dari mana datangnya. Demikian pula siapa yang menyerah diri kepada Allah dengan sepenuh jiwa raga, maka Allah akan sampaikan segala hajatnya dalam segala hal. Karena Allah itulah yang akan menentukannya dalam ukuran yang pasti.
(QS. At Thalaq [65]: 2-3)

Ayat tersebut kemudian diperkuat pula oleh Rasulullah dengan sabdanya:

لَوْ خِفْتُمُ اللهَ حَقَّ خِيْفَتِهِ لَزَالَتْ بِدُعَائِكُمُ الْجِبَالُ وَلَوْ عَرَفْتُمُ الله َحَقَّ مَعْرِفَتِهِ لَعَلِمْتُمُ اْلعِلْمَ اَّلذِ يْ لاَجَهْلَ مَعَهُ
Artinya:
Kalau takutmu kepada Allah benar-benar terbit dari lubuk jiwamu, maka dengan doa-mu saja, gunung dapat beranjak. Demikian pula sekiranya engkau benar-benar mengenal Allah, maka Allah akan memberikan kepada kamu suatu ilmu pengetahuan yang orang lain belum mengetahuinya.
(lihat kitab tauhid)

Berdasarkan ayat tersebut tadi maka kita ketahui pula, bahwa iman mengandung kekuatan-kekuatan yang kalau diamalkan benar-benar (apa yang diucapkan harus sesuai dengan perbuatan dan dengan itiqad jiwa), maka iman itu dapat meningkatkan derajat manusia menjadi manusia sempurna (insanul kamil).

Syarat-syarat untuk mencapai tingkatan  insanul kamil adalah sebagai berikut:
  1. Harus benar-benar takut dan berserah diri sepenuh-penuhnya kepada Allah swt.
  2. Menyadari bahwa dirinya hanya tunduk dan patuh kepada Allah semata-mata tidak kepada yang lain.

Kalau masih tunduk dan patuh kepada yang lain, selain dari pada Allah, berarti iman itu masih lemah dan akan mengakibatkan mendapat dosa, karena mengerjakan sesuatu yang tidak seharusnya dikerjakan (dilarang). Sebaliknya kalau kita sudah benar-benar takut kepada Allah maka kita tidak boleh lagi takut kepada yang lain sesuai dengan firman Allah di surat Al Baqarah ayat 38:

قُلۡنَاٱهۡبِطُواْ مِنۡهَا جَمِيعٗاۖ فَإِمَّا يَأۡتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدٗى فَمَن تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ٣٨
Artinya:
Siapa yang benar-benar mengikuti petunjuk Allah, maka mereka itu tidak akan merasa takut dan berduka-cita.
(QS. Al Baqarah [2]: 38)

Dan bila iman sudah tumbuh berurat-berakar dengan kokoh dilubuk jiwa, maka ia tidak akan dapat diumbang-ambingkan oleh apapun, sesuai dengan firman Allah disurat An Naaziat ayat 40-41:

وَأَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفۡسَ عَنِ ٱلۡهَوَىٰ ٤٠ فَإِنَّ ٱلۡجَنَّةَ هِيَ ٱلۡمَأۡوَىٰ ٤١
Artinya:
Siapa-siapa yang takut kepada Tuhan, ia akan dapat mencegah dirinya dari perbuatan-perbuatan buruk dan jahat maka sesungguhnya surgalah tempat mereka kembali.
(QS. An Naziat [79]: 40-41)

Jika iman telah demikian kuatnya hingga dapat mencegah keinginan-keinginan musuh-musuhnya (yakni iblis dan jin) barulah do`a dan pujanya langsung dapat diterima Allah swt. Sabda Nabi yang diterangkan oleh Abu Hurairah dan diriwayatkan oleh Imam Bukhari :

عن ابى هريرة اَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَا لَى كُلَّ لَيْلَةٍ اِلَى السَّمَاءِ الدُّ نْيَا حِيْنَ يَبْقى ثُلُثُ اللَّيْلِ اْلآخِرُ يَقُوْلُ مَنْ يَدْعُوْنِى فَاَسْتَجِبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُ نِي فَاَغْفِرَلَهُ. (رواه بخاري مسلم)
Artinya:
Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda: Tuhan kami Yang Maha Tinggi menurunkan Rahmat-Nya dan Inayah-Nya ke langit dunia pada waktu yang ditetapkan, yaitu pada waktu sepertiga malam terakhir Tuhan berfirman: Barang siapa yang berdo'a kepada-Ku di malam itu maka Aku akan perkenankan doa-nya, barangsiapa meminta sesuatu pada malam itu kuberikan permintaannya dan barang siapa memohon ampun kepada-Ku pada malam itu akan Kuampuni segala dosanya.
(HR. Bukhari dan Musli)

Berdasarkan Hadits ini maka syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk memohon dan memperoleh rahmat dan pengampunan Allah adalah sbb:
  1. Melaksanakan shalat fardlu sebanyak lima waktu yang harus dilaksanakan dengan khusuk (tidak menyia-nyiakan perkataan maupun perbuatan).
  2. Melaksanakan Shalat sunnah yang mengiringi shalat wajib, teristimewa shalat malam (shalat tahajud).

Sabda Nabi saw:
اَلْمُؤْ مِنُ اْلقَوِ يُّ خَيْرٌ وَاَحَبَّ اِلَى اللهِ(رواه مسلم وابن ماجه وامام أحمد )
Artinya:
Mukmin yang baik adalah mukmin yang berjiwa kuat, karena mereka itu senantiasa dicintai Allah swt.
(HR. Muslim, Ibnu Majah dan Imam Ahmad)

Dengan keterangan diatas menjadi jelas pula bahwa manusia yang kuat jiwanya tidak akan gentar, tidak akan takut dan tidak akan berduka cita menghadapi hidup. Pada jiwa yang demikian itu timbul nur (cahaya) yang akan memancarkan sinarnya bagi alam sekitarnya. Jiwa yang demikianlah dinamakan muthmainnah dan jiwa yang demikianlah yang mendapat tempat yang berbahagia sesuai dengan firman Allah surat Al Fajri ayat 27-30:

يَٰٓأَيَّتُهَاٱلنَّفۡسُ ٱلۡمُطۡمَئِنَّةُ ٢٧  ٱرۡجِعِيٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةٗ مَّرۡضِيَّةٗ ٢٨ فَٱدۡخُلِي فِي عِبَٰدِي ٢٩  وَٱدۡخُلِي جَنَّتِي ٣٠
Artinya:
27.Hai jiwa yang tenang.28.  Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. 29. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
30.  Masuklah ke dalam syurga-Ku.
 (QS.  Al Fajri [89]: 27-30)