Musuh Musuh Manusia
Siapakah sebenarnya musuh manusia itu? Musuh manusia
sebenarnya adalah iblis dan jin. Perbuatan iblis itu dinamakan syaitan itu
artinya kejahatan. Merekalah yang berusaha untuk menyesatkan dan menjerumuskan
manusia kedalam kenistaan di dunia dan kedalam api neraka di akhirat kelak.
Mereka akan menyesatkan manusia dari jalan yang benar dan baik, sesuai dengan
firman Allah di Surat Shaad ayat 71 s/d 74 :
إِذۡ
قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ٧١ فَإِذَا
سَوَّيۡتُهُۥ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ٧٢ فَسَجَدَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ
كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ ٧٣ إِلَّآ
إِبۡلِيسَ ٱسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٧٤
Artinya :
71. (Ingatlah)
ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan
menciptakan manusia dari tanah".72. Maka apabila Telah Kusempurnakan
kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)Ku; Maka hendaklah kamu
tersungkur dengan bersujud kepadanya".73.
Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya,74. Kecuali Iblis; dia menyombongkan diri dan
adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.
(QS. Shaad [38]: 71-74)
Setelah
itu Tuhan berfirman:
لَأَمۡلَأَنَّ
جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٨٥
Artinya:
Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu untuk tunduk/ sujud kepada yang
telah Aku jadikan atas kekuasaan-Ku? Apakah engkau takabur ataukah engkau
merasa dirimu lebih tinggi? Maka menjawablah iblis dengan sombongnya.
(QS. Shaad [38]:
85)
قَالَ
أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ٧٦
Artinya:
Wahai Tuhan, Aku lebih baik dan lebih bagus dari pada manusia karena aku
dijadikan dari api 100% sedangkan manusia dijadikan dari pada campuran tanah.
(QS. Shaad [38]: 76)
Karena sombongnya dan sikapnya yang menentang itu, (menentang Tuhan yang
menciptakan dia) maka Tuhan menjadi murka, sesuai dengan firman-Nya:
قَالَ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ٧٧ وَإِنَّ
عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٧٨
Artinya:
Hai iblis keluarlah engkau dari tempat ini, engkau adalah terkutuk akan Aku
laknat engkau hingga hari kiamat.
(QS. Shaad [38]: 77-78)
Maka dengan perasaan menyesal iblis berkata:
قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ
يُبۡعَثُونَ ٧٩
Artinya:
Wahai Tuhan, jika demikian, berilah izin dan waktu bagiku untuk hidup
didunia sampai manusia dibangkitkan.
(QS. Shaad [38]: 79)
Oleh karena Tuhan bersifat Rahman dan Rahim, maka Ia berfirman :
قَالَ
فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ ٨٠ إِلَىٰ
يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ
٨١
Artinya:
Maka sesungguhnya engkau telah diberi izin dan tempat
untuk hidup, sampai di hari waktu manusia diumumkan amal-amal perbuatan mereka
di hari kiamat.
(QS. Shaad [38]: 80-81)
Kemudian Iblis berkata:
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٨٢ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ٨٣
Artinya:
Wahai Tuhan, demi kemulyaan-Mu dan demi balas dendamku
kepada manusia, maka aku akan sesatkan mereka sekalian, kecuali diantara mereka
hamba-hamba-Mu yang dibersihkan (ikhlas).
(QS. Shaad [38]: 82-83)
لَأَمۡلَأَنَّ
جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٨٥
Artinya:
Aku akan penuhkan jahannam (neraka) dengan jenismu hai iblis, demikian pula
dengan manusia-manusia yang menjadi pengikut .
(QS. Shaad [38]: 85)
Dengan ayat tersebut di atas menjadi jelas bahwa Allah
swt. akan memasukkan iblis dan manusia yang menjadi pengikut iblis kedalam
neraka. Setelah kita mengetahui siapakah sebenarnya musuh manusia itu, dan
setelah mengetahui pula sifatnya, maka marilah kita menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang kita tunda tadi, yakni:
1. Bagaimanakah
caranya menjaga jiwa itu?
Firman Allah dalam surat Al
Baqarah ayat 38 :
قُلۡنَاٱهۡبِطُواْ
مِنۡهَا جَمِيعٗاۖ فَإِمَّا يَأۡتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدٗى فَمَن تَبِعَ هُدَايَ
فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ٣٨
Artinya:
Apabila telah datang kepadamu petunjuk-petunjuk dari pada Aku (Allah), maka
siapa-siapa yang mengikuti petunjuk-petunjuk-Ku itu, mereka itu akan terhindar
dari ketakutan, kegelisahan dan tidak berduka cita menghadapi Iblis.
(QS. Al Baqarah [2]:
38)
Dengan ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa siapa-siapa
yang mengikuti petunjuk-petunjuk Allah swt. Akan selamatlah dan berbahagia
hidup dan penghidupannya di dunia sampai tujuannya yang terakhir yakni akhirat.
2. Dan dengan
apa jiwa harus dihiasi?
Firman Allah di surat Al Imran
ayat 19:
إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَٰمُۗ
Artinya:
Sesungguhnya agama yang ada disisi Allah ialah Islam.
(QS. Al Imran [3]: 19)
Kesimpulan:
1. Cara menjaga jiwa dengan sebaik-baiknya, agar ia selamat
sejahtera di dunia sampai akhirat, ialah dengan mengikuti petunjuk-petunjuk
Allah yang telah disampaikan kepada Rasul RasulNya untuk dicontohkan kepada
hamba hamba-Nya.
2. Dan hiasilah jiwamu dengan keyakinan bahwa Islam itu
adalah satu-satunya agama yang ada disisi Allah dengan amal/perbuatanmu.
Mudah-mudahan engkau akan termasuk golongan orang-orang yang taqwa, sehingga
hidup dan penghidupanmu selamat dari dunia sampai akhirat.
Setelah kita ketahui cara-cara untuk menjaga jiwa dan
kemudian kita yakini pula, bahwa Islam adalah satu-satunya agama disisi Allah,
maka tibalah waktunya kini kita memperdalam pengertian kita tentang agama
Islam.
Didalam agama Islam ada dua bahan pokok yang wajib diamalkan guna
memperoleh hidup dan penghidupan selamat sejahtera dan agar terhindar dari
serangan musuh-musuhnya yakni:
Iman
Iman artinya percaya. Orang yang beriman dinamakan
mukmin. Adapun syarat-syarat iman ialah:
- Diucapkan
dengan lisan.
- Di’itiqadkan
dengan jiwa.
- Dilaksanakan
dengan jasmani (lihat kitab Lu`lu`wal Marjan).
Adapun cara melaksanakan iman ialah harus menurut peraturan.
Berkata Imam Malik ra.:
لاَ يَصْلُحُ أَخِرُ هَذِهِ اْلأُمَّةِ إِلاَّ بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَّلُهَا
Artinya:
Tidak akan baik iman umat di akhir-akhir ini, apabila
cara-cara pelaksanaannya tidak sebagaimana umat dahulu dibangun.
(lihat
kitab Kimiatus Sa'adah)
Maksudnya, iman umat sekarang ini tidak akan mempunyai
kekuatan apabila tidak dibangun sebagaimana umat dahulu dibangun.
