لاَ إِلَهَ إِلَّا الله المَلِكُ الحَقُّ المُبِيْنُ ۝ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَادِقُ الوَعْدِ الأَمِيْنُ

Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Menguasai Lagi Maha Benar Muhammad adalah utusan Allah, Orang Yang Benar Janjinya lagi Dapat Dipercaya

Keajaiban Manusia

Barangsiapa kenal dirinya, maka ia kenal dengan Tuhannya

Musuh Musuh Manusia

Musuh Musuh Manusia



Siapakah sebenarnya musuh manusia itu? Musuh manusia sebenarnya adalah iblis dan jin. Perbuatan iblis itu dinamakan syaitan itu artinya kejahatan. Merekalah yang berusaha untuk menyesatkan dan menjerumuskan manusia kedalam kenistaan di dunia dan kedalam api neraka di akhirat kelak. Mereka akan menyesatkan manusia dari jalan yang benar dan baik, sesuai dengan firman Allah di Surat Shaad ayat 71 s/d 74 :

إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ٧١ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ٧٢ فَسَجَدَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ ٧٣  إِلَّآ إِبۡلِيسَ ٱسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٧٤
Artinya :
71.  (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah".72. Maka apabila Telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)Ku; Maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya".73.  Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya,74.  Kecuali Iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.
 (QS.  Shaad [38]: 71-74)
Setelah itu Tuhan berfirman:

لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٨٥
Artinya:
Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu untuk tunduk/ sujud kepada yang telah Aku jadikan atas kekuasaan-Ku? Apakah engkau takabur ataukah engkau merasa dirimu lebih tinggi? Maka menjawablah iblis dengan sombongnya.
(QS.  Shaad [38]: 85)

قَالَ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ٧٦
Artinya:
Wahai Tuhan, Aku lebih baik dan lebih bagus dari pada manusia karena aku dijadikan dari api 100% sedangkan manusia dijadikan dari pada campuran tanah.
(QS. Shaad [38]: 76)

Karena sombongnya dan sikapnya yang menentang itu, (menentang Tuhan yang menciptakan dia) maka Tuhan menjadi murka, sesuai dengan firman-Nya:

قَالَ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ٧٧ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٧٨
Artinya:
Hai iblis keluarlah engkau dari tempat ini, engkau adalah terkutuk akan Aku laknat engkau hingga hari kiamat.
(QS. Shaad [38]: 77-78)

Maka dengan perasaan menyesal iblis berkata:

 قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ٧٩


Artinya:
Wahai Tuhan, jika demikian, berilah izin dan waktu bagiku untuk hidup didunia sampai manusia dibangkitkan.
(QS. Shaad [38]: 79)

Oleh karena Tuhan bersifat Rahman dan Rahim, maka Ia berfirman :

قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ ٨٠  إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ ٨١
Artinya:
Maka sesungguhnya engkau telah diberi izin dan tempat untuk hidup, sampai di hari waktu manusia diumumkan amal-amal perbuatan mereka di hari kiamat.
(QS. Shaad [38]: 80-81)

Kemudian Iblis berkata:

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٨٢  إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ٨٣
Artinya:
Wahai Tuhan, demi kemulyaan-Mu dan demi balas dendamku kepada manusia, maka aku akan sesatkan mereka sekalian, kecuali diantara mereka hamba-hamba-Mu yang dibersihkan (ikhlas).
(QS. Shaad [38]: 82-83)

لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٨٥

Artinya:
Aku akan penuhkan jahannam (neraka) dengan jenismu hai iblis, demikian pula dengan manusia-manusia yang menjadi pengikut .
(QS. Shaad [38]: 85)


Dengan ayat tersebut di atas menjadi jelas bahwa Allah swt. akan memasukkan iblis dan manusia yang menjadi pengikut iblis kedalam neraka. Setelah kita mengetahui siapakah sebenarnya musuh manusia itu, dan setelah mengetahui pula sifatnya, maka marilah kita menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kita tunda tadi, yakni:

1. Bagaimanakah caranya menjaga jiwa itu?

Firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 38 :

قُلۡنَاٱهۡبِطُواْ مِنۡهَا جَمِيعٗاۖ فَإِمَّا يَأۡتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدٗى فَمَن تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ٣٨
Artinya:
Apabila telah datang kepadamu petunjuk-petunjuk dari pada Aku (Allah), maka siapa-siapa yang mengikuti petunjuk-petunjuk-Ku itu, mereka itu akan terhindar dari ketakutan, kegelisahan dan tidak berduka cita menghadapi Iblis.
(QS. Al Baqarah [2]: 38)

Dengan ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa siapa-siapa yang mengikuti petunjuk-petunjuk Allah swt. Akan selamatlah dan berbahagia hidup dan penghidupannya di dunia sampai tujuannya yang terakhir yakni akhirat.

2.  Dan dengan apa jiwa harus dihiasi?

    Firman Allah di surat Al Imran ayat 19:

إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَٰمُۗ
Artinya:
Sesungguhnya agama yang ada disisi Allah ialah Islam.
(QS. Al Imran [3]: 19)

Kesimpulan:
1.    Cara menjaga jiwa dengan sebaik-baiknya, agar ia selamat sejahtera di dunia sampai akhirat, ialah dengan mengikuti petunjuk-petunjuk Allah yang telah disampaikan kepada Rasul RasulNya untuk dicontohkan kepada hamba hamba-Nya.

2.    Dan hiasilah jiwamu dengan keyakinan bahwa Islam itu adalah satu-satunya agama yang ada disisi Allah dengan amal/perbuatanmu. Mudah-mudahan engkau akan termasuk golongan orang-orang yang taqwa, sehingga hidup dan penghidupanmu selamat dari dunia sampai akhirat.

Setelah kita ketahui cara-cara untuk menjaga jiwa dan kemudian kita yakini pula, bahwa Islam adalah satu-satunya agama disisi Allah, maka tibalah waktunya kini kita memperdalam pengertian kita tentang agama Islam.
Didalam agama Islam ada dua bahan pokok yang wajib diamalkan guna memperoleh hidup dan penghidupan selamat sejahtera dan agar terhindar dari serangan musuh-musuhnya yakni:



Iman


Iman artinya percaya. Orang yang beriman dinamakan mukmin. Adapun syarat-syarat iman ialah:
  1. Diucapkan dengan lisan.
  2. Di’itiqadkan dengan jiwa.
  3. Dilaksanakan dengan jasmani (lihat kitab Lu`lu`wal Marjan).

Adapun cara melaksanakan iman ialah harus menurut peraturan. Berkata Imam Malik ra.:

لاَ يَصْلُحُ أَخِرُ هَذِهِ اْلأُمَّةِ إِلاَّ بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَّلُهَا
Artinya:
Tidak akan baik iman umat di akhir-akhir ini, apabila cara-cara pelaksanaannya tidak sebagaimana umat dahulu dibangun.
(lihat kitab Kimiatus Sa'adah)


Maksudnya, iman umat sekarang ini tidak akan mempunyai kekuatan apabila tidak dibangun sebagaimana umat dahulu dibangun.