لاَ إِلَهَ إِلَّا الله المَلِكُ الحَقُّ المُبِيْنُ ۝ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَادِقُ الوَعْدِ الأَمِيْنُ

Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Menguasai Lagi Maha Benar Muhammad adalah utusan Allah, Orang Yang Benar Janjinya lagi Dapat Dipercaya

Keajaiban Manusia

Barangsiapa kenal dirinya, maka ia kenal dengan Tuhannya

Pribadi Muslim Hakiki

MembangunPribadi Muslim Yang Hakiki


Dari pelajaran yang terdahulu kita sudah ketahui apa sebenarnya yang dinamakan manusia itu. Demikian pula sudah kita lakukan penelitian sehingga akhirnya kita dapat pula mengetahui bagian-bagiannya seperti: jasmani, rohani, jiwa dan demikian pula fungsi mereka masing-masing.

Dari pelajaran itupun sudah kita ketahui bahwa jiwalah (an-nafsu) yang bertanggung jawab buruk baiknya pemeliharaan jasmani, demikian juga ia harus bertanggungjawab atas segala amal perbuatan manusia itu di hadapan rabbul Izzati di akhirat kelak, oleh karena itu kepada jiwa pula diberikan pimpinan yang benar (haq). Sedangkan yang hak itu hanyalah Allah Tuhan Yang Maha Esa. Firman Allah surat Al Imran ayat 60:

ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُن مِّنَ ٱلۡمُمۡتَرِينَ ٦٠
Artinya:
Yang benar itu adalah dari Tuhanmu, oleh karena itu janganlah kamu termasuk golongan orang-orang yang mendustakannya.
(QS. Al Imran [3]: 60).

Dengan ayat ini menjadi jelaslah bahwa tidak ada sesuatupun yang hak, selain dari Allah. Oleh karena itu untuk memperoleh hidup dan kehidupan yang selamat dan sejahtera bentuklah pribadi muslim yang hak, untuk dapat membentuk pribadi muslim yang hak harus dipenuhi syarat-syaratnya yakni tegakkanlah  shalat.

Adapun yang dimaksud membentuk pribadi muslim ialah membangun jiwa yang sejahtera, tenang dan tenteram. Sudah barang tentu tidak akan mencapai ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan apabila manusia tidak menegakkan  shalat.  Shalat dalam bahasa Arab mengandung arti:

  1. Do’a hamba kepada Allah swt
  2. Puji dan sanjung kepada Allah dan Rosul
  3. Tali perhubungan hamba kepada Allah swt dan manusia

Jadi kalau seorang hamba menegakkan  shalat berarti seorang hamba menghubungkan dirinya kepada Allah untuk mohon (berdo’a) serta memuji Allah dan rasul-Nya. Oleh sebab itu untuk mendapatkan kekuatan (kewibawaan) diwajibkan seseorang hamba menghubungi Allah, lima kali sehari semalam yang telah difardlukan atas hamba-Nya yang mukmin, terutama sekali dimalam hari yang disunnahkan oleh Nabi saw. Sesuai dengan firman Allah disurat Al Insan ayat 25 dan 26:

 وَٱذۡكُرِٱسۡمَ رَبِّكَ بُكۡرَةٗ وَأَصِيلٗا ٢٥ وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَٱسۡجُدۡ لَهُۥ وَسَبِّحۡهُ لَيۡلٗا طَوِيلًا ٢٦

Artinya:
Kemudian ingatlah nama Allah yang memelihara kamu pagi dan petang disebagian dari pada malam. Dan sujudlah kepada Allah kemudian pujilah Dia dikala malam yang panjang.
(QS.  Al Insan [76]: 25-26)

Maka bagi seorang hamba yang melaksanakan perbuatan tersebut dijelaskan oleh Allah didalam
surat Al Qadar ayat 5:
 سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ ٥
Artinya:
Berbahagialah orang-orang yang beribadat kepada Allah di malam hari hingga terbit fajar.
(QS. Al Qadar [97]: 5)

Kesimpulan:

Orang yang ingin memiliki kewibawaan bagi jiwanya setelah mengakui bahwa “tidak ada kekuasaan yang lain di dunia ini selain Allah dan mengakui benar-benar bahwa Muhammad Rasulullah”. Tegakkanlah shalat di malam hari, sesuai dengan firman Allah dalam surat Bani Israil ayat 79:

وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَتَهَجَّدۡ بِهِۦ نَافِلَةٗ لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبۡعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامٗا مَّحۡمُودٗا ٧٩
Artinya:
Disebahagian malam hendaklah engkau shalat tahajjud . Sebagaimana shalat sunnah, untuk engkau agar Allah mengangkat kamu disatu tempat yang terpuji.
(QS. Bani Israil [17]: 79)

Adapun untuk melaksanakan shalat sebelum menegakkannya diwajibkan bagi hamba Allah memenuhi syarat tersebut di bawah ini:
  1. Bersihkanlah pakaianmu dari segala barang yang najis dan haram.
  2. Cucilah kulitmu terutama muka dan kedua tanganmu sampai siku lalu sapu kepalamu lalu basuh kedua kaki  hingga mata kaki dari segala perbuatan yang kotor dan yang munkar.
  3. Bersihkanlah jiwamu dari segala perbuatan syirik, agar hilang dari segala macam keragu-raguan diri dan membimbangkan jiwa dari segala bisikan-bisikan jin dan manusia.

Setelah syarat-syarat tersebut kamu laksanakan ucapkanlah didalam jiwamu kemudian ikrarkan dengan lidahmu kemudian laksanakan dengan amal perbuatanmu demikian:

اَشْهَدُ اَنْ لااِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاشَرِيْكَ لَهُ واَشْهَدُاَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
Artinya:
Aku mengaku bahwasanya tidak ada Tuhan yang sebenar-benarnya melainkan Allah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan Aku mengaku bahwasanya Muhammad itu hamba-Nya dan pesuruh-Nya.

Selesai yang demikian berdirilah tegak menghadap kiblat dengan syarat:
  1. Tenangkan jiwamu.
  2. Hilangkan segala rasa dan perasaan yang mengganggu jasmanimu.
  3. Hilangkan segala keragu-raguan dan kebimbangan yang membisikkan jiwamu.

Lalu kamu ucapkan:
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
Artinya:
Wahai Tuhan Aku memohon perlindungan daripada-Mu, dari kejahatan yang terkutuk (sombong dan ria) karena tidak ada satupun makhluk yang dapat menghindari dari perbuatan terkutuk, kecuali dengan perlindungan-Mu, yang bersifat:
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Artinya:
Wahai Tuhan yang bersifat Pemurah dan Pengasih, aku berdiri tegak menghadap kepada-Mu dengan ihlas serta bersih, sebab telah aku sadari segala dosaku tak dapat aku lewati bila tidak Engkau rahmati.

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ ١  مَلِكِ ٱلنَّاسِ ٢  إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ ٣  مِن شَرِّ ٱلۡوَسۡوَاسِ ٱلۡخَنَّاسِ ٤ ٱلَّذِي يُوَسۡوِسُ فِي صُدُورِ ٱلنَّاسِ ٥ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ ٦

Artinya:
1.Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.2.  Raja manusia.3. Sembahan manusia.4.  Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, 5. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.6.  Dari (golongan) jin dan manusia.
(QS.  An Naas[114]: 1-6)

Keterangan:
Ayat tersebut mendidik kepada ummat mukmin cara membersihkan jiwa dari segala yang membimbangkan dan meragukan itu yaitu:
  1. Mahluk jin.
  2. Mahluk manusia.
Adapun jin sifatnya ialah membuat manusia yang mukmin agar lalai melaksanakan perintah Allah sehingga tidak sadar, bahwa yang memelihara manusia ialah Allah swt. Adapun mahluk manusia terutama sekali keluarga sendiri yaitu istri dan anak, malah yang paling berat dihadapinya. Bila kedua makhluk dapat diatasinya pasti manusia yang mukmin akan hilang dari lubuk jiwanya kebingungan, keragu-raguan dan ketakutan didalam segala segi kehidupan dunia.

Kemudian angkatlah kedua tangan hingga dua ujung jari berbetulan (sejajar) merata dengan kedua bahu, sambil mengucapkan:

اللهُ اَكْبَرُ
Artinya:
Engkaulah Allah Yang Maha Besar.
Kepada Engkaulah yaa Tuhan aku menyerahkan segala amal perbuatanku, karena Engkau:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ اِلهَ غَيْرُكَ
Artinya:
Wahai Tuhan, sungguh Maha Suci Engkau dan Maha Terpuji Engkau dan Maha Bahagia nama-Mu dan Maha Tinggi Kemuliaan-Mu dan tidak ada satupun kekuasaan yang aku taati selain dari pada-Mu.


Sebagai bukti kelemahanku :
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Artinya:
Wahai Tuhan! Aku mohon perlindungan diatas kekuasaan-Mu, dari segala syaithan (kejahatan) yang terkutuk yang dapat menibulkan segala amal yang berdosa.

Karena Engkaulah Ya Tuhan :
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Artinya:
Dengan nama-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

Sebab itu aku puji Engkau.
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ
Artinya:
Sungguh segenap puji adalah semata-mata bagi Allah.
Karena Engkaulah:
رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Artinya:
Yang memelihara alam semesta.

Sebab Engkau bersifat:
ٱلرَّحۡمَٰنِ
Artinya:
Maha Pemurah. Karena Engkau tidak pilih kasih semua mahluk Engkau berikan rizki baik kafir maupun majusi.

Terutama kepada hamba-Mu yang berjiwa suci, karena Engkau bersifat:
ٱلرَّحِيمِ
Artinya:
Maha Penyayang. Kepada hamba-Mu yang mukmin dan muslim.

Sebagaimana Engkau katakan: Wahai mukmin:

وَلاَتَمُوْ تُنَّ اِلاَّوَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Artinya:
Jangan kamu hampiri wahai mukmin sesuatu kematian sebelum tercapai tujuan hidupmu selamat sejahtera di dunia serta bahagia di akhirat.

Karena Akulah:
 مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ
Artinya:
Yang Merajai di hari pembalasan untuk membalas kepada manusia di dalam segala amal perbuatan. Kubalas dengan kebahagiaan dan yang berbuat jahat kumasukkan di dalam golongan (katagori) pengikut iblis.

Setelah mukmin mendengarkan ucapan yang demikian lalu terbitlah di lubuk jiwanya, lalu ia ikrarkan dengan lisan;
إِيَّاكَ نَعۡبُدُ
Artinya:
Jika demikian Wahai Tuhan, kepada Engkau sajalah aku mengabdi dan kepada Engkau juga ya Tuhan aku memohon pertolongan.

Karena aku mengetahui Engkaulah:
وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ
Artinya:
Allah itulah tempat aku mengharap.

Wahai Tuhan:
ٱهۡدِنَاٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ
Artinya:
Tunjukkanlah kami di jalan yang lurus dan benar.

Yaitu:
صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ
Artinya:
Kepada jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka. Seperti para Nabi, para sahabat, para aulia dan para shalihin.
Jalan inilah Yaa Tuhan berikan kepadaku:

غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ
Artinya :
Bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai atasnya.

وَلَا ٱلضَّآلِّينَ
Artinya:
Dan juga bukan jalan orang-orang yang Engkau sesatkan atas mereka.

امِيْنَ
Artinya:
Wahai Tuhan terimalah segala mohonku ini, karena Engkau kutaati perintah-Mu, sebab Engkau adalah:

اللهُ اَكْبَرُ
Artinya:
Engkau Maha Besar, Yaa Allah sambil aku membungkukkan diriku (ruku’), sebagai taatku kepada-Mu serta sambil aku ikrarkan dengan lisanku:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ
Artinya:
Maha Suci Tuhanku Amat Mulia Engkau. (tidak puas kuucapkan satu kali, kuulang-ulang tiga sampai tujuh kali). Maha Suci Engkau Yang Amat Mulia, wahai Tuhan. Lalu aku dengarkan perintah-Mu, dan aku turuti, aku tegak kembali (i-tidal) sambil kuucapkan dengan mengangkat kedua tanganku sebagai tanda penyerahan diri, karena Engkau :
سَمِعَ الله ُ لِمَنْ حَمِدَه

Artinya :
Semoga Allah memperhatikan dan memperkenankan orang–orang yang memuji Engkau”.

Lalu kuturunkan tanganku kebawah dengan lurus sambil kuucapkan :

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ
Artinya :
 Wahai Tuhan kami, kepunyaan Engkau segenap puji-pujian”.

Sebab itu kuangkat kedua tanganku sebagai tanda penyerahan diriku dengan penuh kepada-Mu.

Sebab Engkau :
اللهُ اَكْبَرُ
Artinya :
“Engkaulah Tuhan Maha Besar “. Sambil kuucapkan didalam sujudku :

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلى
Artinya :
Maha Suci Engkau Yang Terlebih Amat Tinggi”. Kupuja Engkau berulang kali didalam sujudku sebagai tanda takutku kepada-Mu. Lalu aku bangkit dari sujudku sambil duduk dan menundukkan kepala dengan mengucapkan :

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْ نِيْ وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي
Artinya :
“Wahai Tuhanku, ampunkan daku dan kasihanilah daku dan cukupkanlah daku dan pimpinlah daku dan karuniailah daku”.

Kemudian sekali lagi aku lakukan, sebagaimana semula agar supaya aku mendapatkan jawaban dari Tuhanku terakhir aku duduk, didalam dudukku itu, (tahiyat) terdengarlah; satu jawaban didalam lubuk jiwaku”.

اَلتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَا تُ السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلى عِبَادِاللهِ الصَّا لِحِيْنَ.اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهَ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍوَعَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى اَلِ اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى  اِبْرَاهِيْمَ اِنَّكَ حَمِيْدٌمَجِيْدٌ
Artinya :
Sekalian bakti ucapan dan sekalian bakti badan dan sekalian bakti harta itu layak kepada Allah. Mudah-mudahan turun sejahtera atasmu, hai nabi dan juga atas rahmat Allah dan karunia-Nya, mudah mudahan turun sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang baik-baik. Aku mengaku dan menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan yang sebenar-benarnya melainkan Allah. Dan aku mengaku bahwasanya Nabi Muhammad saw itu hamba-Nya dan pesuruh-Nya. Wahai Tuhanku! Berilah rahmat atas Nabi Muhammad saw dan atas keluarganya, sebagaimana Engkau telah beri rahmat atas keluarga Nabi Ibrahim. Dan berilah karunia atas Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah beri karunia atas keluarga Nabi Ibrahim. Karena sesungguhnya Engkau Yang Amat Terpuji Yang Amat Mulia.

Setelah selesai ucapan dan jawaban yang terbit dijiwaku lalu kuucapkan :

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Artinya:
Semoga sejahtera datang dari Allah atas kamu dan rahmat serta karunia dari Allah.

Kemudian kutengok ke kanan dan ke kiri, sebagaimana tanda penyelesaian caraku menghadap kepada Allah swt.


Kesimpulan:

Bahwa shalat yang diwajibkan atas umat manusia itu adalah satu tali perhubungan umat kepada Allah untuk menyatakan diri kepada-Nya yang memang umat sangat berhajat kepada-Nya. Inilah shalat yang mendapatkan hikmat dan rahasia-Nya.