BAB KETIGA
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Di dalam pendidikan agama Islam sebagai dasar yang pertama manusia wajib mengenal diri pribadinya sendiri, sesuai dengan wahyu Allah yang pertama kali diterima Nabi Muhammad saw. di Gua Hira yaitu surat Al Alaq 1-2:
ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ ١ خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍ ٢
Artinya:
Bacalah dilubuk jiwamu kemudian ikrarkan dengan lisanmu dengan nama Tuhan yang memelihara engkau dan menjadikan alam semesta. Kemudian perhatikan olehmu bahwa jasmani manusia telah dijadikan asal dari segumpal darah yang beku.
(QS. Al Alaq [96]: 1-2)
Jadi dengan ayat tersebut jelaslah manusia wajib mengetahui terlebih dahulu kejadian atas dirinya dari apakah sebenarnya ia dijadikan.
Menurut surat At Thaariq ayat 5-7 dijelaskan oleh Allah swt.:
فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ٥ خُلِقَ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ ٦ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ٧
Artinya:
Maka cobalah manusia perhatikan dari apa jasmaninya dibuat. Dibuat oleh Allah dari air yang terpancar, yaitu yang keluar dari sulbi (tulang punggung laki-laki) dan taroib (tulang dada perempuan sebelah kiri).
(QS. At Thaariq [86]: 5-7)
Tegasnya bahwa jasmani manusia kalau kita teliti berasal dari sperma/mani yang terbit dari antara dua jenis manusia yaitu laki-laki dan perempuan.
Adapun sperma atau mani kalau kita perhatikan menurut firman Tuhan disurat Al Mu'minuun ayat 12-14 demikian firmannya:
وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ مِن سُلَٰلَةٖ مِّن طِينٖ ١٢ ثُمَّ جَعَلۡنَٰهُ نُطۡفَةٗ فِي قَرَارٖ مَّكِينٖ ١٣ ثُمَّ خَلَقۡنَا ٱلنُّطۡفَةَ عَلَقَةٗ فَخَلَقۡنَا ٱلۡعَلَقَةَ مُضۡغَةٗ فَخَلَقۡنَا ٱلۡمُضۡغَةَ عِظَٰمٗا فَكَسَوۡنَا ٱلۡعِظَٰمَ لَحۡمٗا ثُمَّ أَنشَأۡنَٰهُ خَلۡقًا ءَاخَرَۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحۡسَنُ ٱلۡخَٰلِقِينَ ١٤
Artinya:
12. Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.13. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).14. Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.
(Al Mu’minuun [23]: 12-14)
Jasmani manusia terdiri dari beberapa bagian, misalnya: kepala, telinga, mulut, mata, hidung, tangan, kaki, dan lain-lain. Otakpun termasuk salah satu bagian dari pada jasmani manusia. Otak ini mempunyai keistimewaan. Otak terletak di tempat yang kokoh didalam kepala.
Jadi fungsi kepala disini hanya merupakan tempat atau wadah untuk menyimpan atau melindungi otak itu. Disini terlihatlah bahwa otak itu merupakan salah satu bagian yang amat penting dari jasmani. Otak itu mempunyai keistimewaan-keistimewaan, disamping itu pula mendapat tugas yang istimewa pula. Otak dilengkapi dengan tiga unsur kekuatan yaitu:
- AKAL : Artinya Timbangan, gunanya untuk menimbang sesuatu hal atau keadaan yang sedang dihadapi.
- FIKIR : Artinya perhitungan, gunanya untuk memperhitungkan untung maupun rugi sesuatu jika dikerjakan.
- DZIKIR : Artinya ingatan, gunanya untuk mengingat-ingat sesuatu atau keadaan, kejadian, pekerjaan yang telah lampau.
Dalam hidupnya sehari-hari manusia itu senantiasa menggunakan otaknya, baik ia mengajar, belajar, berbicara, bekerja dll. Seseorang yang ingin mencapai kebahagiaan hidup atau kemajuan dalam hidupnya akan berfikir dan kemudian memutuskan itupun sudah menggunakan otaknya. Seseorang yang takjub atau kagum kepada keindahan alam yang dilihatnya juga menggunakan otaknya. Untuk menampung pertanyaan-pertanyaan, maka timbullah pertanyaan–pertanyaan tentang bagaimana terjadinya dan siapa yang menjadikannya dan sebagainya. Dengan kekuatan otaklah manusia dapat mengenal sesamanya dan dengan kekuatan otak pula manusia mengadakan perhubungan dengan Allah swt. firman Tuhan dalam surat Al Baqarah ayat 63 :
خُذُواْ مَآ ءَاتَيۡنَٰكُم بِقُوَّةٖ وَٱذۡكُرُواْ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ٦٣
Artinya:
Rebutlah olehmu kekuatan kekuatan yang Kuberikan kepada kamu dan setelah kamu memperolehnya maka perhatikanlah olehmu apa apa yang terkandung di dalamnya, sehingga dengan demikian kamu termasuk golongan orang orang yang bertaqwa
(QS. Al Baqarah [2]: 63)
Dengan ayat tersebut di atas jelaslah kiranya bahwa manusia itu dikaruniai Allah swt. otak yang dilengkapi dengan kekuatan-kekuatan. Dan kekuatan-kekuatan itu pulalah yang membuat manusia itu menjadi makhluk yang sempurna, melebihi mahluk-mahluk lainnya, yang dalam bahasa arab kekuatan itu dinamakan quwwatul insaniyyah.
