لاَ إِلَهَ إِلَّا الله المَلِكُ الحَقُّ المُبِيْنُ ۝ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَادِقُ الوَعْدِ الأَمِيْنُ

Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Menguasai Lagi Maha Benar Muhammad adalah utusan Allah, Orang Yang Benar Janjinya lagi Dapat Dipercaya

Keajaiban Manusia

Barangsiapa kenal dirinya, maka ia kenal dengan Tuhannya

Dasar dasar Agama Islam


DasarDasar Agama Islam




I.     Yang pertama diberi nama Al Wahyu, yang artinya berita atau khabar dari Allah swt. yang lengkap dan sempurna, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad saw. sebagai Rasul yang penghabisan. Kemudian dibacakan dihadapan para sahabat-sahabatnya dan umat manusia, sebab itu disebut dalam bahasa Al Qur'an, yang artinya bacaan, yang berasal dari wahyu Allah.

Kemudian dituliskan oleh para sahabat-sahabatnya terutama sekali oleh penulis-penulis Nabi saw. Yaitu: Zaid bin Tsabit, Utsman bin Affan, Ubay bin Ka'ab, Ali bin Abi talib, Sebab itu tulisan-tulisan tersebut didalam bahasa Arab dinamakan Al Kitab, artinya tulisan dari Al Qur'an berasal dari Al Wahyu.

Lalu diperintahkan untuk dihimpun dan disusun diberi nama dalam bahasa Arab Mashaful Qur'an, yang artinya yang telah terhimpun berjumlah 30 juz menjadi bacaan bagi umat yang ber-Iman untuk diamalkan. Inilah dasar pendidikan Agama Islam yang merupakan bahan yang lengkap dan sempurna untuk membangun pribadi muslim.

II.   Adapun dasar yang kedua disebut Al Hadits atau As Sunnah. Al Hadits adalah perkataan, sedangkan As-Sunnah adalah perbuatan Nabi saw. dan perbuatan para sahabat yang dibenarkan oleh Nabi.

Jadi jelaslah Al Hadits adalah untuk memberikan petunjuk serta menjelaskan isi dari pada Al Qur'an untuk diamalkan atau dilaksanakan. Tegasnya Rasulullah adalah laksana seorang insinyur yang ahli dan bijaksana dalam membuat maket atau "blawdruk" dengan perincian-perincianya dalam mempergunakan bahan-bahan tersebut, untuk membangun satu bangunan yang kokoh dan kuat yaitu pribadi muslim, yang harus dilakukan tepat menurut cara yang telah dicontohkan oleh Nabi saw. maka bangunan tersebut tidak akan diterima atau di tolak sesuai dengan sabda Nabi:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ مِنِّى فَهُوَ رَدٌّ (رواه مسلم)
Artinya:
     Barang siapa beramal atau bekerja tidak menurut cara-caraku maka segala amalnya tidak akan diterima. (HR. Muslim)
    
Demikianlah wasiat Nabi kepada umatnya.