لاَ إِلَهَ إِلَّا الله المَلِكُ الحَقُّ المُبِيْنُ ۝ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَادِقُ الوَعْدِ الأَمِيْنُ

Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Menguasai Lagi Maha Benar Muhammad adalah utusan Allah, Orang Yang Benar Janjinya lagi Dapat Dipercaya

Keajaiban Manusia

Barangsiapa kenal dirinya, maka ia kenal dengan Tuhannya

Latihan Praktek


Latihan Praktek



Agar jiwa dapat membuktikan kekuatan-kekuatan yang dikaruniai Allah kepada manusia, yaitu tujuh kekuatan

1.    Qudrat :
Artinya kuasa. Untuk supaya jiwa dapat menyatakan kekuasaannya terhadap jasmani, hingga kekuasaan (perintah) jiwa ditaati oleh jasmani sehingga di dalam segi kehidupan selamat sejahteralah jasmaninya daripada perbuatan munkar.

2.    Iradat:
Artinya Kemauan. Hingga kekuasaan yang ada pada jiwa itu tidak ada yang dikehandakinya selain amal perbuatan yang diridlai Allah hingga kehidupannya di dunia ini, kemauan jiwa itu adalah semata-mata cinta kepada Allah swt.

3.    Ilmu:
Artinya mengetahui. Jadi kekuasaan, kemauan jiwa ia mengetahui segala perintah (hukum-hukum Allah) itu adalah untuk keselamatan dan kesejahteraan bagi diri manusia di dunia ini hingga bahagia di akhirat kelak.

4.    Hayat:
Artinya Hidup (tajarrud artinya tidak terpengaruh). Jadi kekuasaan, kemauan, ilmu yang terletak di jiwa kesemuanya itu tidak dapat dipengaruhi oleh musuh-musuhnya yaitu iblis dan jin, sebab ia mengetahui bahwa kedua musuh tersebut semata-mata akan menyesatkan manusia inilah yang dinamakan “hayatul qulub“. Artinya jiwa yang hidup, jiwa yang hidup mempunyai tiga syarat:

    1. Sama` artinya mendengar.
    2. Bashar artinya melihat.
    3. Kalam  artinya berkata-kata.

Jadi jiwa yang hidup tersebut selalu mendengar apa-apa yang diperintah Allah dan apa-apa yang dilarang ditaatinya walau berat. Sebab ia mendengar Tuhannya berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ ٱشۡتَرَىٰ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَنفُسَهُمۡ وَأَمۡوَٰلَهُم بِأَنَّ لَهُمُ ٱلۡجَنَّةَۚ
Artinya;
Sesungguhnya bagi hamba Allah yang mukmin, bahwasanya telah ditukar oleh Allah kehidupannya, rezekinya (hartanya) dan jiwa raganya, dengan jannah (kebahagiaan).
(QS. At Taubah [9]: 111)

Dengan demikian timbul dilubuk jiwanya satu keyakinan karena ia melihat kekuasaan Allah Yang Maha Luas dan Maha Kuat. Sebagai kenyataan langit ditegakkannya oleh Allah tidak bertiang. Jiwa yang hidup mempunyai keyakinan penuh tiap-tiap yang tidak bertiang pasti akan rubuh. Karena keyakinannya inilah selalu ia beramal untuk hari esok (hari kiamat).

Sehingga selalu ia berkata dan ia menyerukan kepada segenap umat manusia agar berbakti kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa.

وَٱعۡبُدۡ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأۡتِيَكَ ٱلۡيَقِينُ ٩٩
Artinya:
Mengabdilah kepada Tuhan yang memelihara engkau sehingga datang suatu kenyataan.
( QS. Al Hijr [15] : 99 )

Demikianlah ucapan jiwa yang hidup.
قُلِ الْحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًا
Artinya:
Katakanlah olehmu yang benar itu dari Allah, sekalipun perkataan itu pahit.

Demikialah tujuan untuk mendapatkan kewibawaan oleh sebab itu untuk kenyataan bahwa wibawa telah ada, berlatihlah pagi dan sore sekurang-kurangnya dua kali:
1.    Latih otak supaya menjadi cerdas, dengan membaca Al Qur`an dan lain-lain.
2.    Latih urat-urat syaraf dengan berolah raga, agar jasmani menjadi sehat.
3.    Latih jiwa dengan mengingat Allah.
4.    Latih jiwa melawan nafsu angkara murka seperti:
a.    Bila sedang makan didorong oleh hawa nafsu yang berlebihan, hentikanlah makan itu dengan mengucapkan alhamdulillaahi rabbil  ‘aalamiin.
b.    Biasakanlah puasa senin-kamis dll, puasa sunnah,
c.    Kurangi tidur dimalam hari.
d.    Kurangi berkata-kata dan berbuat yang sia-sia.
e.    Jauhkan perselisihan yang merusak jiwa.
f.     Janganlah menyakiti sesama manusia sekalipun (atau) makhluq hewan.

Bila ini dapat anda amalkan pasti segala do’a anda dikabulkan oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa. Sesuai dengan janji Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, demikian bunyinya:

اَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَا رَكَ وَتَعَلَى كُلَّ لَيْلَةٍ اِلَى السَّمَاءِ الدُّ نْيَا حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ اْلاَ خِرُ يَقُوْلُ مَنْ يَدْ عُوْ نِيْ فَاَ سْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَ لُنِي فَاُ عْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُ نِي فَاَ غْفِرَ لَهُ (رواه مسلم)
Artinya :
“Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda : Tuhan Yang Maha Tinggi dan Maha Berkah menurunkan rahmat-Nya pada tiap-tiap malam ke langit dunia, pada ketika yang tertentu sepertiga malam yang akhir (jam 2.00) Tuhan berfirman barang siapa yang memohon kepada-Ku pada malam itu. Ku kabulkan segala mohonnya. Barang siapa meminta sesuatu pada malam itu Kuberikan permintaannya. Dan barang siapa meminta ampun kepada-Ku pada itu malam akan Ku ampuni segala dosanya. “
(HR. Muslim)


Syarat  Syarat  Berlatih


Tiap-tiap hendak membaca Qur’an bacalah Ta’awudz dan Bismillah :

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَا نِ الرَّجِيْمِ
Artinya:
Aku berlindung kepada Allah dari Kejahatan (sombong dan riya) yang terkutuk
بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ
Artinya:
Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Kemudian memohon kepada Tuhan :

يَا اَرْحَمَ الرَّا حِمِيْنَ اِرْحَمْنَا اِرْحَمْنَا اَرْحَمْنَا يَا ذَالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَاِم

Wahai yang Maha Pengasih, kasihilah kami, kasihilah kami, kasihilah kami wahai Dzat yang memmiliki Keluhuran lagi Kemuliaan.

Setelah selesai dari latihan ucapkanlah :

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ.
Segala Puji milik Allah Tuhan Semesta Alam