Latihan
Praktek
Agar jiwa dapat membuktikan kekuatan-kekuatan yang
dikaruniai Allah kepada manusia, yaitu tujuh kekuatan
1. Qudrat :
Artinya kuasa. Untuk supaya jiwa dapat menyatakan kekuasaannya terhadap
jasmani, hingga kekuasaan (perintah) jiwa ditaati oleh jasmani sehingga di
dalam segi kehidupan selamat sejahteralah jasmaninya daripada perbuatan munkar.
2. Iradat:
Artinya Kemauan. Hingga kekuasaan yang ada pada jiwa itu tidak ada yang
dikehandakinya selain amal perbuatan yang diridlai Allah hingga kehidupannya di
dunia ini, kemauan jiwa itu adalah semata-mata cinta kepada Allah swt.
3. Ilmu:
Artinya mengetahui. Jadi kekuasaan, kemauan jiwa ia mengetahui segala
perintah (hukum-hukum Allah) itu adalah untuk keselamatan dan kesejahteraan
bagi diri manusia di dunia ini hingga bahagia di akhirat kelak.
4. Hayat:
Artinya Hidup (tajarrud artinya tidak terpengaruh). Jadi kekuasaan,
kemauan, ilmu yang terletak di jiwa kesemuanya itu tidak dapat dipengaruhi oleh
musuh-musuhnya yaitu iblis dan jin, sebab ia mengetahui bahwa kedua musuh
tersebut semata-mata akan menyesatkan manusia inilah yang dinamakan “hayatul
qulub“. Artinya jiwa yang hidup, jiwa yang hidup mempunyai tiga syarat:
- Sama` artinya mendengar.
- Bashar artinya melihat.
- Kalam artinya berkata-kata.
Jadi jiwa yang hidup tersebut selalu mendengar apa-apa
yang diperintah Allah dan apa-apa yang dilarang ditaatinya walau berat. Sebab
ia mendengar Tuhannya berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ ٱشۡتَرَىٰ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَنفُسَهُمۡ وَأَمۡوَٰلَهُم
بِأَنَّ لَهُمُ ٱلۡجَنَّةَۚ
Artinya;
Sesungguhnya bagi hamba Allah yang mukmin, bahwasanya telah ditukar oleh
Allah kehidupannya, rezekinya (hartanya) dan jiwa raganya, dengan jannah
(kebahagiaan).
(QS. At Taubah [9]: 111)
Dengan
demikian timbul dilubuk jiwanya satu keyakinan karena ia melihat kekuasaan
Allah Yang Maha Luas dan Maha Kuat. Sebagai kenyataan langit ditegakkannya oleh
Allah tidak bertiang. Jiwa yang hidup mempunyai keyakinan penuh tiap-tiap yang
tidak bertiang pasti akan rubuh. Karena keyakinannya inilah selalu ia beramal
untuk hari esok (hari kiamat).
Sehingga
selalu ia berkata dan ia menyerukan kepada segenap umat manusia agar berbakti
kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa.
وَٱعۡبُدۡ
رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأۡتِيَكَ ٱلۡيَقِينُ ٩٩
Artinya:
Mengabdilah kepada Tuhan yang memelihara engkau sehingga datang suatu
kenyataan.
( QS. Al Hijr [15] : 99 )
Demikianlah
ucapan jiwa yang hidup.
قُلِ
الْحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًا
Artinya:
Katakanlah olehmu yang benar itu dari Allah, sekalipun perkataan itu pahit.
Demikialah tujuan untuk mendapatkan kewibawaan oleh sebab
itu untuk kenyataan bahwa wibawa telah ada, berlatihlah pagi dan sore
sekurang-kurangnya dua kali:
1. Latih otak supaya menjadi cerdas, dengan membaca Al
Qur`an dan lain-lain.
2. Latih urat-urat syaraf dengan berolah raga, agar jasmani
menjadi sehat.
3. Latih jiwa dengan mengingat Allah.
4. Latih jiwa melawan nafsu angkara murka seperti:
a. Bila sedang makan didorong oleh hawa nafsu yang
berlebihan, hentikanlah makan itu dengan mengucapkan alhamdulillaahi
rabbil ‘aalamiin.
b. Biasakanlah puasa senin-kamis dll, puasa sunnah,
c. Kurangi tidur dimalam hari.
d. Kurangi berkata-kata dan berbuat yang sia-sia.
e. Jauhkan perselisihan yang merusak jiwa.
f. Janganlah menyakiti sesama manusia sekalipun (atau)
makhluq hewan.
Bila ini dapat anda amalkan pasti segala do’a anda dikabulkan
oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa. Sesuai dengan janji Nabi yang diriwayatkan oleh
Imam Muslim, demikian bunyinya:
اَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ يَنْزِلُ
رَبُّنَا تَبَا رَكَ وَتَعَلَى كُلَّ لَيْلَةٍ اِلَى السَّمَاءِ الدُّ نْيَا حِيْنَ
يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ اْلاَ خِرُ يَقُوْلُ مَنْ يَدْ عُوْ نِيْ فَاَ سْتَجِيبَ
لَهُ مَنْ يَسْأَ لُنِي فَاُ عْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُ نِي فَاَ غْفِرَ لَهُ (رواه مسلم)
Artinya :
“Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda : Tuhan Yang Maha
Tinggi dan Maha Berkah menurunkan rahmat-Nya pada tiap-tiap malam ke langit
dunia, pada ketika yang tertentu sepertiga malam yang akhir (jam 2.00) Tuhan
berfirman barang siapa yang memohon kepada-Ku pada malam itu. Ku kabulkan
segala mohonnya. Barang siapa meminta sesuatu pada malam itu Kuberikan
permintaannya. Dan barang siapa meminta ampun kepada-Ku pada itu malam akan Ku
ampuni segala dosanya. “
(HR. Muslim)
Tiap-tiap
hendak membaca Qur’an bacalah Ta’awudz dan Bismillah :
اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ
الشَّيْطَا نِ الرَّجِيْمِ
Artinya:
Aku berlindung
kepada Allah dari Kejahatan (sombong dan riya) yang terkutuk
بِسْمِ اللهِ الرَّ
حْمَنِ الرَّ حِيْمِ
Artinya:
Dengan Nama
Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Kemudian
memohon kepada Tuhan :
يَا اَرْحَمَ الرَّا
حِمِيْنَ اِرْحَمْنَا اِرْحَمْنَا اَرْحَمْنَا يَا ذَالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَاِم
Wahai yang Maha Pengasih, kasihilah kami, kasihilah kami,
kasihilah kami wahai Dzat yang memmiliki Keluhuran lagi Kemuliaan.
Setelah
selesai dari latihan ucapkanlah :
اَلْحَمْدُ ِللهِ
رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ.
Segala Puji milik Allah Tuhan Semesta Alam
