لاَ إِلَهَ إِلَّا الله المَلِكُ الحَقُّ المُبِيْنُ ۝ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَادِقُ الوَعْدِ الأَمِيْنُ

Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Menguasai Lagi Maha Benar Muhammad adalah utusan Allah, Orang Yang Benar Janjinya lagi Dapat Dipercaya

Keajaiban Manusia

Barangsiapa kenal dirinya, maka ia kenal dengan Tuhannya

Bab Pertama

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

BAB PERTAMA
BANGSA ARAB SEBELUM DAN SESUDAH LAHIRNYA AGAMA ISLAM



Sebelum datangnya agama Islam, bangsa Arab hidupnya berkabilah-kabilah dan bersuku-suku serta berkelompok-kelompok.

Antara kabilah dengan kabilah senantiasa terjadi permusuhan dan perpecahan yang akhirnya mengakibatkan peperangan peperangan dan pertumpahan darah. Sehingga persoalan yang kecil kadang-kadang meruncing kepermusuhan, hingga mengakibatkan saling bunuh membunuh sampai berlarut-larut bahkan sampai berpuluh tahun permusuhan jalan terus, perpecahan diantara kabilah dengan kabilah bertambah besar.

Pada umumnya mereka ini adalah penyembah berhala (patung) budi pekerti mereka sangat rendah, demikian pula pada adat istiadat mereka dapat dikatakan tidak baik. Kaum wanita termasuk anak-anak gadisnya mereka jadikan permainan untuk memuaskan dan melampiaskan hawa nafsu mereka. Oleh sebab itu mereka disebut KAUM JAHILIYAH : yang mana di dalam pengertiannya “manusia yang berpendirian biadab."

Adapun sifat kaum jahiliyah di masa itu ialah buas, kejam dan tidak mengenal perikemanusiaan, sombong dan ria (senang dipuji dan disanjung). Sifat yang demikian kalau kita banding-bandingkan dengan keadaan kita sekarang, sungguh sangat mirip dengan sifat-sifat yang terjadi di negara kita ini.

           Oleh sebab itu Tuhan Yang Maha Esa memperingati kepada mukmin dengan firman-Nya: di dalam surat Al Imran ayat 102 dan 103 :

يَٰٓأَيُّهَاٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ ١٠٢
Artinya :
“Wahai para mukminin tunduk dan patuhlah dengan benar-benar kepada hukum dan peraturan Allah, dan jangan kamu hampiri satupun kematian sebelum tercapai tujuan hidupmu di dunia ini selamat sejahtera hingga bahagia di akhirat kelak”.
(QS. Al Imran: 102)

وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعٗا وَلَا تَفَرَّقُواْۚ وَٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ إِذۡ كُنتُمۡ أَعۡدَآءٗ فَأَلَّفَ بَيۡنَ قُلُوبِكُمۡ فَأَصۡبَحۡتُم بِنِعۡمَتِهِۦٓ إِخۡوَٰنٗا وَكُنتُمۡ عَلَىٰ شَفَا حُفۡرَةٖ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنۡهَاۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمۡ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُونَ ١٠٣
Artinya:
Oleh sebab itu berpegang teguhlah kamu dengan hukum Allah keseluruhannyadidalam segi-segi kehidupan didunia ini, kemudian jangan kamu adakan firqah-firqah kembali (partai) sesama kamu. Ingatlah nikmat yang dikaruniakan atas kamu oleh Allah sebelum datangnya Agama Islam kamu selalu ada didalam bermusuh-musuhan, maka dengan nikmat Islam itulah dapat dijinakkan hati-hati kamu sehingga dengan nikmat itu kamu kembali menjadi bersaudara (menjadi satu ummat).. ingatlah oleh kamu sebelum Islam datang kepada kamu, hampir saja kamu masuk dijurang ketakutan, kebingungan dan kegelisahan, maka Allah angkat kamu dari jurang-jurang tersebut. Demikianlah Allah memperlihatkan  kepada kamu tanda-tanda kekuasaan-Nya, semoga dengan peringatan ini menjadi pedoman dan petunjuk didalam segi kehidupanmu.
(QS. Al Imran [3]: 103)

Sungguh Tuhan Yang Maha Esa tidak menyukai perbuatan–perbuatan yang bathil. Ia senantiasa dipihak yang benar.

Maka tibalah saatnya, diangkatnyalah seorang Rasul dari bangsa dan keturunan dari kaum itu sendiri yakni bangsa Quraisy, sebagai Rasul yang penghabisan dari sekalian Rasul-Rasul yang terdahulu, dengan tugas:
  1. Membasmi segala sifat-sifat kejahilan.
  2. Menghilangkan sifat perpecahan dan permusuhan.
  3. Menumpas kebodohan dan kesombongan.

Kemudian diperintahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa yaitu:
  1. Menegakkan keadilan dan kebenaran sesuai dengan kehendak Allah swt.
  2. Menjadikan satu golongan umat saja yang menyuruh kepada manusia berbuat kebajikan dan mencegah kemungkaran.

Sungguh suatu tugas yang tidak dapat dikatakan ringan, karena ia hanya seorang diri dan seorang anak yatim piatu yang tidak mempunyai sedikitpun harta peninggalan ayah dan neneknya. Sedangkan ia harus berhadapan dengan satu kaum yang dipimpin oleh orang–orang yang kuat, berharta dan berpengaruh atas kaumnya. Siapakah gerangan pemuda itu? ia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib al Quraisy.

Pemuda inilah yang dibebankan tugas yang sangat berat untuk menumpas sifat-sifat kaum jahiliyah yang terkutuk itu (orde lama) untuk menegakkan keadilan dan kebenaran serta kesatuan umat yang berdasarkan keimanan yang kuat serta teguh. Dan Muhammad ini pulalah yang mendapat gelar “Muhammad Al Amin“ dari kaumnya. Ini terjadi dikota Makkah kira-kira pada tahun 611 Masehi ketika terjadi banjir sehingga hajar aswad pindah dari tempat semula. (sebelum kenabian)

Dengan membawa sebuah Al Qur'anul Kariim (al Wahyu) dari Allah swt. Muhammad Rasulullah mulai bergerak berjuang untuk mengubah, merombak dan menumpas sifat-sifat dan adat istiadat kaum jahiliyah yang dipimpin oleh Abu Jahal dan pengikut-pengikutnya. Dan kaum ini pulalah yang menghiasi Ka`bah dan Ibu Kota Makkah dengan patung-patung yang beraneka ragam coraknya. Yang mana patung-patung tersebut dibuat oleh mereka dari bermacam-macam bahan, ada yang terbuat dari batu, kayu, perunggu, dan bahkan ada yang terbuat dari emas dan perak.

Kesimpulan :

Agama Islam datang kepermukaan bumi ini adalah bertujuan semata-mata untuk mengeluarkan umat manusia dari kegelapan (ketakutan, kebingungan, dan kegelisahan), sesuai dengan firman Tuhan di Surat Ibrahim ayat 1:
الٓرۚ كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ لِتُخۡرِجَ ٱلنَّاسَ مِنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذۡنِ رَبِّهِمۡ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلۡعَزِيزِٱلۡحَمِيدِ ١
Artinya:
Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa Lagi Maha Terpuji.
(QS. Ibrahim [14]: 1)

Jadi setelah mengalami perjuangan yang lama dan berat selama 22 tahun, akhirnya Rasulullah saw. Dengan Al Qur'an ditangannya berhasillah menumpas dan menghancurkan sifat-sifat kaum jahiliyyah (orde lama), kemudian menegakkan orde baru, yaitu tata cara kehidupan menurut ajaran Allah swt.

Dengan hasil perjuangan yang gemilang maka tumbuhlah dengan suburnya ditiap-tiap jiwa umat:
  1. Berjiwa Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Berjiwa persaudaraan yang kokoh.
  3. Berjiwa tunduk dan patuh kepada hukum Allah dan Rasul-Nya.
  4. Berjiwa cinta mencintai sesama manusia.
  5. Berjiwa belas kasih sayang sesama makhluk.

Kemenangan Rasulullah atas kaum jahiliyah menimbulkan perubahan yang sangat luas didalam perikehidupan bangsa Arab di masa itu. Mereka menjadi bersatu padu menegakkan keadilan dan kebenaran, tidak lagi berfirqah-firqah (berpartai-partai) dan bersuku-suku didalam Agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Serta telah mengubah rasa permusuhan menjadi rasa berkasih-kasihan. Sesuai dengan sabdanya di dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari demikian:

عَنْ أَنَسْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لاَيُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ ِلأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ (رواه البخارى)
Artinya:
Seorang dari pada kamu tidak dinamakan beriman melainkan apabila ia mencintai saudaranya (seperti) apa yang ia mencintai buat dirinya sendiri.
(HR. Bukhary)

Dan sabdanya lagi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ فِى تَوَدِّهِمْ وَ تَرَاحُمِهِمْ وَ تَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ اْلوَاحِدِ إِذِا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَ الْحُمَّى(رواه مسلم)
Artinya:
Bandingan orang mukmin tentang bercinta-cinta dan berkasih-kasihan dan bertolong tolongan itu seperti satu badan, apabila sakit satu anggota tertariklah sekalian anggotanya hingga tidak bisa tidur serta demam.
(HR. Imam Muslim)

Demikianlah berkat pimpinan Nabi saw. Menurut hukum-hukum Allah, suatu umat telah bejat moralnya, berubah menjadi umat berbudi luhur dan berkebudayaan tinggi, sehingga terciptalah satu masyarakat yang adil dan beradab dalam waktu kurang dari seperempat abad.

Berkat kesempurnaan-Nya, maka tidaklah mengherankan kalau dalam waktu kurang dari satu abad, oleh karena itu kekuasan Islam telah menjadi luas wilayahnya terbentang dari Spanyol disebelah barat sampai ke negeri Cina disebelah timur.

Ini hanyalah berkat Wahyu Allah (Al Qur'anul kariim) sehingga manusia berada di dalam cahaya yang terang benderang (cahaya Islam memancar). Adapun kalau kita perhatikan negara kita Republik Indonesia yang kita cintai ini yang mempunyai pendirian yang terang dan nyata terhadap agama. Sebagaimana dapat diketahui dalam UUD `45 NKRI. Dapat dibaca pasal sbb:

1.    Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
2.    Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk dan masyarakat berkewajiban untuk menjalankan agamanya masing-masing (bab XI pasal R.I. lama)

Berdasarkan pasal ini, maka negara kita berdasarkan agama. Sebab yang mengakui Ketuhanan Yang Maha Esa hanyalah orang orang yang beragama. Dan dengan demikian jelaslah pula bahwa di bumi Indonesia ini tidak ada tempat bagi orang orang yang tidak beragama ( tidak bertuhan). Inilah pendirian Orde Baru yang sesuai dengan Pancasila.